Memalukan! Bumper Sibolangit Berubah Jadi Sarang Narkoba dan Judi, Pengamat: "Ini Simbol Kegagalan Pengelolaan"

Medan | Sumut Voice – Bumi Perkemahan (Bumper) Sibolangit, yang secara historis merupakan kawah candradimuka pendidikan karakter dan kepramukaan di Sumatera Utara, kini tengah berada di titik nadir. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat membina mental generasi muda, justru dilaporkan berubah fungsi menjadi sarang peredaran narkoba dan perjudian.
Kondisi memprihatinkan ini memantik reaksi keras dari pengamat kepramukaan Sumatera Utara, Rahmatullah, yang menilai adanya pembiaran sistematis dari pihak otoritas.
Wajah Pendidikan Pramuka Sumut Tercoreng
Kekecewaan ini mencuat menyusul tindakan Polrestabes Medan yang baru-baru ini mengamankan lapak judi dan narkoba di kawasan tersebut. Menurut Rahmatullah, terbengkalainya fasilitas Bumper Sibolangit adalah bukti nyata lemahnya pengawasan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) selaku Majelis Pembimbing Daerah (Mabidasu) dan Kwarda Pramuka Sumut.
"Saya menilai ini kondisi yang sangat memalukan dan tidak bisa ditoleransi. Bumper Sibolangit seharusnya menjadi pusat pendidikan karakter, bukan justru berubah menjadi tempat transaksi barang haram dan judi," tegas Rahmat, Jumat (6/2).
Analisis Pembiaran dan Keamanan yang "Lumpuh"
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi fasilitas yang tak terurus. Keberadaan anjing liar yang berkeliaran, praktik pengutipan liar, hingga minimnya pengamanan membuat lokasi ini tidak lagi layak untuk kegiatan anak-anak dan remaja.
"Kawasan ini identik dengan pembinaan moral. Kalau sampai jadi sarang penyakit sosial, itu artinya ada pembiaran. Ini bukan sekadar kriminal biasa, tapi sudah mencoreng wajah kepramukaan Sumatera Utara," tambahnya.
Rahmat menekankan bahwa gerakan Pramuka melibatkan peserta didik usia muda, sehingga aspek keamanan adalah harga mati. Cap "rawan narkoba" akan menciptakan trauma dan menghilangkan kepercayaan orang tua untuk melepas anak-anak mereka berkegiatan di sana.
Seruan: "Mari Bung Rebut Kembali!"
Mengambil semangat lagu nasional, Rahmatullah mendesak agar Bumper Sibolangit segera "direbut kembali" dari tangan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Ia menuntut manajemen yang profesional dan sistem keamanan permanen agar aset pendidikan ini tidak terus menjadi "tempat liar".
"Jika dibiarkan terus, Bumper Sibolangit hanya akan menjadi simbol kegagalan pengelolaan aset pendidikan. Pemerintah Daerah dan Kwardasu harus turun tangan langsung, bukan sekadar menunggu situasi memburuk," pungkasnya.
Poin Utama Desakan Perbaikan:
- Penertiban Total: Pembersihan kawasan dari oknum premanisme dan pelaku kriminal.
- Manajemen Profesional: Pengelolaan yang transparan dan tidak "ecek-ecek".
- Aktivasi Kegiatan: Menghidupkan kembali program pramuka rutin agar lahan tidak kosong dan dimanfaatkan pihak luar.
- Keamanan Permanen: Pemasangan sistem pengamanan tetap untuk menjamin kenyamanan peserta didik.
