FK USU Dorong Pemulihan Puskesmas Pascabanjir di Aceh Tamiang dan Langkat

Medan | Sumut Voice - Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur publik, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sejumlah Puskesmas dilaporkan tidak dapat berfungsi optimal akibat terendam air dan lumpur, sehingga peralatan medis, obat-obatan, serta bahan habis pakai mengalami kerusakan.
Selama masa tanggap darurat, layanan kesehatan masyarakat terbantu melalui posko-posko kesehatan yang dikelola relawan dari berbagai organisasi profesi dan institusi pendidikan, termasuk Universitas Sumatera Utara (USU). Namun, seiring berakhirnya masa darurat dan penutupan posko, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap tinggi, terutama untuk penanganan penyakit pascabanjir, layanan kesehatan ibu dan anak, serta penyakit kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Merespons kondisi tersebut, Tim Percepatan Pemberdayaan Puskesmas Pascabanjir Fakultas Kedokteran (FK) USU yang dikoordinir oleh Dr. dr. Yetty Machrina, M.Kes, AIFO-K, Sp.KKLP, Subsp. FOMC, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.
Koordinasi ini bertujuan mengidentifikasi Puskesmas dengan tingkat dampak paling berat dan membutuhkan pemulihan segera. Kegiatan telah berlangsung sejak 8 Desember 2025, diawali dengan penyaluran logistik kesehatan ke wilayah terdampak, sementara proses identifikasi Puskesmas prioritas dimulai pada 19 Desember 2025.
Berdasarkan hasil pemetaan, ditetapkan empat Puskesmas prioritas untuk direvitalisasi, yakni Puskesmas Sekerak dan Puskesmas Bendahara di Kabupaten Aceh Tamiang, serta Puskesmas Pantai Cermin dan Puskesmas Pangkalan Berandan di Kabupaten Langkat. Penetapan tersebut didasarkan pada tingkat kerusakan fasilitas dan urgensi pemulihan layanan kesehatan.
Tim FK USU kemudian menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan dasar, serta bahan habis pakai medis guna mendukung layanan kesehatan dasar, kesehatan ibu dan anak, serta kegawatdaruratan di Puskesmas terdampak.
Kepala Puskesmas Sekerak, Irwansyah, SKM, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu operasional Puskesmas pascabanjir. Ia memastikan bantuan akan segera didistribusikan ke puskesmas pembantu (pustu) dan posyandu agar layanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan secara merata.
Sementara itu, Koordinator Tim Percepatan Pemberdayaan Puskesmas FK USU, Dr. dr. Yetty Machrina, menegaskan bahwa pemulihan Puskesmas merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan pascabencana.
“Posko kesehatan sangat membantu pada fase darurat, namun pemulihan Puskesmas adalah kunci agar layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan setelah masa tanggap darurat berakhir, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit kronis,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FK USU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir pada masa darurat bencana, tetapi juga berperan aktif dalam pemulihan sistem layanan kesehatan primer sebagai fondasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah terdampak banjir.
