GUr0TUY8BSW7TfOlTpAlGSC5BA==

IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Ekonom Soroti Pentingnya Reformasi dan Tata Kelola Pasar

Ruangan bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Istimewa)

Jakarta | Sumut Voice - Optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat kembali menembus level 9.000 mendapat dukungan dari kalangan ekonom. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai target tersebut realistis dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan, asalkan pemerintah mampu menjaga konsistensi reformasi ekonomi dan memperkuat fondasi pasar modal.

Pernyataan tersebut disampaikan Fakhrul menanggapi optimisme Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Boy Thohir dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, yang meyakini pasar saham Indonesia memiliki ruang pertumbuhan hingga mencapai level tersebut.

"Saya sependapat dengan optimisme yang disampaikan Pak Boy Thohir dan Pak Anindya Bakrie. IHSG di level 9.000 bukan sesuatu yang mustahil. Target tersebut sangat mungkin dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan apabila konsistensi kebijakan ekonomi dan reformasi struktural terus dijaga," ujar Fakhrul, dalam keterangannya, Senin (13/7/2026)

Menurutnya, prospek positif pasar modal Indonesia tidak hanya ditentukan oleh sentimen jangka pendek, tetapi lebih bergantung pada kekuatan fundamental ekonomi nasional.

Fakhrul Fulvian menjelaskan terdapat tiga prasyarat utama yang perlu dipenuhi agar pasar modal Indonesia memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Pertama, pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang mendukung dunia usaha melalui peningkatan kepastian hukum, kemudahan investasi, dan iklim bisnis yang kondusif.

Menurutnya, dunia usaha merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan profitabilitas perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. 

"Kita membutuhkan lebih banyak perusahaan kelas dunia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hal itu hanya dapat dicapai apabila kebijakan ekonomi berjalan selaras dengan pengembangan dunia usaha," katanya.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan sektor usaha akan berdampak langsung terhadap peningkatan investasi, daya beli masyarakat, dan kinerja emiten di pasar modal.

Prasyarat kedua adalah memperkuat kredibilitas sektor keuangan melalui peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan (good corporate governance), perlindungan investor, serta respons cepat terhadap berbagai masukan pelaku pasar.

Fakhrul menilai perbaikan tata kelola menjadi faktor penting untuk menarik kembali minat investor domestik maupun asing. 

"Perbaikan governance harus menjadi prioritas. Berbagai isu yang menjadi perhatian investor global, termasuk terkait transparansi pasar, perlu diselesaikan secara konsisten agar kepercayaan investor terus meningkat," ujarnya.

Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter juga perlu dijaga untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terpelihara. Menurutnya, kepercayaan investor dibangun melalui konsistensi kebijakan dalam jangka panjang, bukan hanya oleh pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Prasyarat ketiga, lanjut Fakhrul, adalah memastikan transformasi struktural ekonomi terus berjalan melalui hilirisasi industri, percepatan industrialisasi, peningkatan produktivitas nasional, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan sosial yang memadai.

Ia menilai berbagai agenda tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan laba perusahaan. 

"Transformasi ekonomi tidak boleh berhenti. Hilirisasi, industrialisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan fiskal yang sehat, hingga penguatan perlindungan sosial merupakan fondasi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," katanya.

Fakhrul juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang efektif kepada pelaku pasar agar arah reformasi ekonomi dapat dipahami dengan baik oleh investor.

Menurut Fakhrul, pencapaian IHSG di atas level 9.000 tidak semata-mata mencerminkan kenaikan indeks saham, tetapi menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh. 

"Ketika suatu saat IHSG kembali mencetak rekor tertinggi, itu bukan hanya kemenangan pasar modal. Itu adalah cerminan bahwa ekonomi Indonesia semakin kuat, dunia usaha berkembang, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Pasar modal yang sehat merupakan refleksi dari ekonomi yang sehat," ujarnya. (rel/IP)

Type above and press Enter to search.