Sumut Kini
Promo Website Ramadhan

Viral! Terlalu Hemat Listrik, Lansia di Nias Malah Didenda Rp600ribu

Nias | Sumut Voice - Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral dan memicu kemarahan netizen.

Pasangan lansia di Desa Orahua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, dilaporkan harus merogoh kocek dalam-dalam setelah didatangi petugas yang mengaku dari pihak PLN.

Ironisnya, alasan kedatangan petugas tersebut adalah karena penggunaan listrik mereka yang dianggap terlalu hemat dan tidak wajar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber media sosial, peristiwa ini bermula ketika petugas PLN menyambangi kediaman pasangan lansia tersebut.

Petugas menaruh kecurigaan pada meteran listrik di rumah mereka karena frekuensi pengisian token yang sangat jarang.

Pihak petugas menarasikan adanya kejanggalan fungsi pada alat meteran lama milik pasangan tersebut. 

Karena dianggap tidak wajar jika token listrik tidak kunjung habis, petugas memberikan dua pilihan sulit, yakni akses listrik dicabut total atau mengikuti prosedur penggantian meteran baru.

"Akhirnya, meteran baru dipasang dan pasangan lansia tersebut diwajibkan membayar biaya sebesar Rp600.000," tulis keterangan dalam unggahan yang viral tersebut.

Mirisnya, uang yang digunakan untuk membayar biaya tersebut kabarnya diambil dari dana simpanan Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik mereka.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa efisiensi penggunaan listrik tersebut bukanlah tanpa alasan.

Sejak Februari 2025, pasangan lansia ini telah mengajukan permohonan agar listrik mereka masuk kategori subsidi dan permohonan tersebut telah disetujui.

Demi menghemat pengeluaran, mereka sangat membatasi penggunaan elektronik.

Di rumah tersebut hanya terdapat tiga lampu berdaya rendah dan satu unit rice cooker.

Bahkan, pengisian token terakhir yang dilakukan pada Desember 2025 masih bertahan lama karena minimnya konsumsi daya.

Namun, pola hidup hemat ini justru dianggap sebagai anomali, yang kemudian memicu pemeriksaan lapangan hingga berujung pada permintaan biaya penggantian alat.

Kejadian ini pun memicu gelombang keprihatinan dari warga sekitar dan netizen.

Klarifikasi Anak Pemilik Rumah

Beredar video singkat berisi klarifikasi terkait kutipan Rp600 ribu dari pihak PLN. Dalam video tersebut, anak dari pemilik rumah mengatakan bahwa uang sebesar Rp600ribu adalah tagihan listrik susulan.

"Jadi uang Rp600ribu itu bukan diminta petugas PLN, melainkan untuk tagihan listrik susulan," ujar pria itu singkat.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image