Sumut Kini

Anak Kepling di Medan Sunggal Tewas Ditikam Saat Pantau Debit Air Sungai

Medan | Sumut Voice - Peristiwa tragis terjadi di Lingkungan XI, Kecamatan Medan Sunggal. Rio Ade Nugraha (20), anak pertama Kepala Lingkungan (Kepling) XI, Iwan Lesamana, meninggal dunia setelah ditikam seorang pria bernama Arief Al Kurniawan, Rabu (10/12/2025) malam.

Korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan ulu hati. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bina Kasih, Medan.

Peristiwa penikaman terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan keterangan Kepling Iwan Lesamana dan sejumlah warga, insiden bermula dari cekcok antara Rio dan pelaku. Arief diketahui merupakan mantan warga Lingkungan XI yang kerap kembali ke kawasan tersebut dan meresahkan masyarakat.

Menurut Iwan, teguran awal disampaikan Rio karena pelaku sering membuat keributan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Tolonglah, Rif, jangan berbuat yang tidak-tidak di kampung ini, karena kan bapakku Kepala Lingkungan,” ujar Iwan menirukan ucapan anaknya saat menegur pelaku.

Seorang warga setempat, Orita Hutauruk, membenarkan bahwa pelaku kerap membuat masalah, termasuk menipu tukang becak motor dan pengemudi ojek online dengan tidak membayar jasa mereka.

“Rio bilang ke dia, ‘Bang, jangan kayak gitu. Bayarlah, kasihan orang tua.’ Dari situlah mulai ada cekcok,” kata Orita.

Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Rio bersama sejumlah temannya berkumpul di sekitar rumah. Mereka kemudian berpindah ke pinggir sungai untuk memantau debit air. Di lokasi tersebut, Rio kembali bertemu dengan Arief dan kembali meminta pelaku meninggalkan area tersebut.

Namun, adu mulut kembali terjadi dan berujung perkelahian. Meski sempat mengajak berkelahi adu pukulan, Rio tidak mengetahui bahwa pelaku membawa senjata tajam.

“Sudah banyak darahnya. Saya pun tidak berani mendekat,” ujar Orita.

Dalam kondisi terluka parah, Rio sempat berlari ke rumah neneknya untuk meminta pertolongan. Ia terlihat memegang bagian dada dan ulu hati sambil mengatakan bahwa dirinya ditikam oleh Arief.

Warga kemudian memanggil Kepling Iwan Lesamana yang saat itu tengah tertidur. Mendengar kabar anaknya ditikam, Iwan langsung bangun dan bersama warga mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri.

“Saya langsung kejar pelaku ke arah Jalan PDAM Tirtanadi. Dia sempat mau naik ojek online dan membersihkan darah di tangannya,” ujar Iwan.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan warga. Senjata tajam yang digunakan sempat dibuang dan ditemukan di sela-sela tiang listrik. Iwan menyebut senjata tersebut berbentuk keris dengan gagang menyerupai payung.

Pelaku nyaris menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Iwan mengaku langsung mengantarkan pelaku ke Polsek Sunggal.

“Saya sendiri yang mengantar ke Polsek. Saya berharap pelaku dihukum seadil-adilnya dan seberat-beratnya,” tegasnya.

Iwan juga menyebut Arief dikenal sebagai preman yang kerap membuat onar. Sejumlah laporan telah diterimanya, namun belum ada warga yang berani melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Rio Ade Nugraha dikenal sebagai pemuda yang kerap membantu orang tuanya. Meski tidak memiliki pekerjaan tetap, ia sering diajak sang ayah bekerja sampingan, seperti memotong pohon dan mengangkat kayu.

Pada malam tahlilan pertama, keluarga pelaku yang diwakili kakak kandung Arief mendatangi rumah duka untuk menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan pelaku kepada keluarga korban.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image