Dosen Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Rekam Medis Elektronik di Desa Besar II Terjun

Serdang Bedagai | Sumut Voice – Tim dosen dari Institut Kesehatan Helvetia Medan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Besar II Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Edukasi Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk Mendukung Pelayanan Kesehatan Masyarakat” dan menyasar tenaga kesehatan serta perangkat desa yang selama ini berperan langsung dalam pelayanan publik.
Ketua tim pengabdian, Sapriadi, S.Kom., M.Kom, menjelaskan bahwa pemanfaatan Rekam Medis Elektronik menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pelayanan kesehatan yang lebih modern, tertib, dan akurat.
Menurutnya, sistem pencatatan kesehatan berbasis digital dapat membantu proses pendataan pasien menjadi lebih sistematis, mudah diakses, serta lebih aman dibanding pencatatan manual berbasis kertas.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kapasitas perangkat desa dan tenaga kesehatan agar pelayanan kesehatan di Desa Besar II Terjun lebih tertib, akurat, dan terintegrasi. Dengan data yang lengkap, pengambilan keputusan program kesehatan masyarakat akan jauh lebih tepat,” ujar Sapriadi.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Institut Kesehatan Helvetia turut melibatkan sejumlah tenaga ahli lintas disiplin, yakni Muhammad Crystandy, SKM., MKM dan Bd. Mayang Wulan, SST., M.Kes, serta dua mahasiswa, Titin Suryani Tarihoran dan Anggi Arum Dana Pakpahan.
Melalui edukasi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat dan penerapan Rekam Medis Elektronik, termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan data pasien. Selain itu, digitalisasi pencatatan kesehatan juga dinilai dapat mempermudah proses pelaporan dan pendataan kesehatan warga.
Pihak perangkat desa menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai sistem pencatatan berbasis elektronik berpotensi mempercepat pelayanan kesehatan sekaligus memudahkan pelacakan riwayat penyakit masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana akademisi turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan solusi berbasis teknologi, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

