Sumut Kini
Promo Website Ramadhan

Wali Kota Medan Rico Waas Disentil Warga: "Berani Lawan Pedagang Babi, Takut Sama Toke Bangunan?"

Medan | Sumut Voice – Kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas, mendapat kritik pedas dari masyarakat bawah. Di tengah upaya pembenahan kota, muncul tudingan miring yang menyebut orang nomor satu di Medan ini "pilih kasih" dalam menegakkan aturan, terutama terkait maraknya bangunan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Sentilan keras ini salah satunya datang dari Efni, warga di sekitar Jalan Rajawali. Ia menilai aparat pemerintah kota tampak tumpul saat berhadapan dengan pengusaha (toke) kelas kakap, namun responsif pada isu lain.

“Walikota Medan Rico Waas dianggap kurang berani. Terhadap toke bangunan tanpa PBG saja tidak tegas, padahal beberapa hari lalu berhadapan dengan para pedagang babi,” cetus Efni dengan nada miris, Senin (16/03/2026).

Intimidasi "Orang Besar" di Jalan Rajawali

Kekesalan warga memuncak melihat pembangunan gudang di Jalan Rajawali simpang Jalan Pesantren, Kecamatan Medan Sunggal. Bangunan tersebut berdiri mencolok namun diduga kuat tidak mengantongi izin PBG.

Ironisnya, ketiadaan izin ini justru berbuntut intimidasi terhadap warga kecil. Harun, seorang mantan sekuriti, mengaku ditekan oleh sosok bernama Albert yang disebut-sebut sebagai "antek" sang pemilik gudang. Albert menuduh Harun membocorkan informasi ketiadaan izin bangunan tersebut ke publik.

"Kamu orang kecil, kami orang besar. Nggak akan menang lawan orang besar. 10 orang TNI bisa saya suruh datang ke tempat kamu," ujar Harun menirukan ancaman Albert yang mencoba membawa-bawa nama aparat.

Aparat Kelurahan Medan Sunggal "Tutup Mata"?

Dugaan pembiaran oleh aparat tingkat bawah semakin menguat. Kabarnya, rencana mediasi antara pihak gudang dengan warga yang melibatkan Kepala Lingkungan (Kepling) dan Babinsa sempat mencuat, namun gagal total. Kepling setempat justru memilih "mundur teratur" saat mengetahui bangunan tersebut memang bermasalah secara administratif.

“Kenapa Kepling tidak langsung tegas saja kepada Albert karena tidak mengantongi PBG? Desas-desus menyebut aparat setempat gentar dengan beking di belakang bangunan itu,” tambah warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Mosi Tidak Percaya dan Kerugian Kas Daerah

Maraknya bangunan tanpa PBG jelas merugikan kas daerah dari sektor retribusi. Warga mendesak Wali Kota Rico Waas untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Kelurahan Medan Sunggal yang terkesan melakukan pembiaran.

"Jangan sampai kelurahan jadi ladang bermain bagi oknum tak bertanggung jawab. Orang yang taat aturan malah merasa dicederai keadilannya," tegas seorang warga dengan nada geram.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Medan Sunggal belum memberikan keterangan resmi terkait menjamurnya bangunan tanpa izin di wilayah hukum mereka. Publik kini menanti, apakah Rico Waas akan menunjukkan taringnya sebagai pemimpin kota, atau justru membenarkan stigma "gentar pada orang besar" yang dialamatkan kepadanya.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image